Aku benci suasana ini .
Kelas ini hiruk-pikuk, semua sibuk dengan urusannya sendiri .
Dan aku ? Masih asyik dengan sebuah buku kecil dan satu pena .
Berpikir sambil mengetuk-ngetuk kepalaku sendiri dengan pulpen .
Apa yang harus kutulis ?
Aku melamun dan mulai menulis .
Melihat pena kecilku menari-nari lincah diatas buku kecil ini membuatku bahagia .
Tanpa kuprediksi, namamu terlukis indah disini di lembaran ini dan dihati .
Aku tak ingin menatapnya .
Lukisan namamu begitu menyayat hati .
Hampir aku menangis .
Tapi langsung kuseka dengan saputangan pemberianmu .
Ini tempat ramai .
Sedangkan sekarang saja mereka sibuk bertanya
"Apa yang kau tulis Yo?"
Aku menjawab singkat "Bukan . Bukan apa-apa"
Sesekali aku menengadah keluar jendela .
Mencoba merasakan setia titik-titik hujan meski tak secara langsung .
Aku berandai-andai .
Andai saja kau ada disini, kita bersama menikmati simfoni indah ini .
Melantunkan nada-nada bahagia, mengayunkan ritme yang mendukakan hati .
Tak seorang pun kan paham tentang semuanya .
Tetap terjaga disini .
Bertemankan keramaian dibalik kesunyian jiwa .
Hiruk pikuk kelas, sunyi senyap hatiku .
Disini .
Sembari kumelukiskanmu dalam lembar-lembar hati .
Menatap nanar lukisan namamu yang ingin kuremuk .
Hati dan tangan tak mampu .
Karena namamu saja begitu menghangatkan hati ditengah dinginnya atmosfer sekitarku .
Ini nyata, benar-benar terjadi~








