08:00
Sudah malam ternyata.
Sedari tadi aku tak menyadari.
Kesedihan ini membuatku tak sadar bahwa mentari telah tergantikan bulan.
Ahh.
Ini sangat menyesakkanku.
Sedih jika mengingat apa yg aku rasa.
Aku menulis tentangmu, tapi tak 1 pun kau baca.
Aku memikirkanmu, tapi tak sekalipun kau memikirkanku.
Pernahkah kau rasa bagaimana jadi diriku?
Mungkin tak pernah.
Karna kau egois!
Selama ini aku berharap padahal tak ada 1 hal pun yg dapat membuatku tetap berharap.
Semua seakan tak berpihak padaku.
Termasuk cinta.
Aku selalu ingin setiap malam yg kulewati adalah malam tanpa kesedihan.
Malam tanpa bayangan dan ilusi tentangmu.
Tapi apa aku bisa?
Ayolah !
Aku tak mau dicap wanita bodoh !
"Jika cinta yang kau inginkan membuat kau sakit, mengapa kau masih mempertahankannya?
Dan jika datang cinta lain yg dapat membuatmu bahagia, mengapa kau menyia-nyiakannya?
Apa karna kau masih berharap dgn cinta yg jelas-jelas menyakitimu?"
Dasar bodoh!
Sebodoh inikah aku?
Bahkan tanpa aku sadari, aku telah melukiskan luka dihati orang yg menyayangiku.
Sama seperti yg aku terima darimu.
Sebuah luka.
Karmakah ini?
Persetan!
Tak perduli aku dgn karma!
Aku tak perduli!
Bedebah!
Gila!
Hawa dinginnya malam semakin menyusup.
Aku tak ingin ada disini lagi sebelum aku semakin emosi krn kebodohanku dan membuat hujan mengalir deras disudut mataku.
Selamat malam langit.
Bisa aku ambil kesimpulan bahwa aku bagaikan pungguk merindukan bulan.
Semu dan tak pasti.
.....?
Disuatu Masa
11:28 p.m
Malam semakin mencekam.
Aku tak mendengar lagi suara teriakan kecil anak-anak, suara para orang tua yg sedang berbincang dan lainnya.
Aku hanya menatap langit malam sambil menerawangkan pikiranku pada SUATU MASA.
Tak tau mau kusebut apa MASA itu.
Tapi yang jelas, aku bisa melihat siluet sosok pria berkharisma yang akan menjadi temanku dalam melangkahkan setiap jejak.
Menjadi teman dalam keadaan bahagia ataupun terpuruk sekalipun.
Dan disisi lain masih juga DI SUATU MASA, aku melihat masa depan yg indah dan terjamin yg diberikan Tuhan kepadaku.
MASA DEPAN yg sudah pasti akan mengangkat harkat dan martabat keluargaku.
Ada KEBERHASILAN terselip dibaliknya.
Dan DI SUATU MASA itu aku melihat, aku akan membawa kedua orangtuaku pergi kemanapun mereka ingin.
Memberikan apapun yg mereka mau dari hasil kerja kerasku.
Tapi aku juga melihat begitu banyak ARAL RINTANGAN.
Ahhh !
Tak masalah bagiku.
Yang penting adalah PROSES.
Karna dari PROSES, kau dapat belajar.
Lalu aku mulai menghentikan pikiranku yg mulai menerawang kesuatu masa dan segera beranjak tidur.
Memulihkan tenaga dan bersiap menjalani PROSES menuju terawanganku tadi DI SUATU MASA.
Sulit?
Tapi pasti bisa.
Meraih MASA DEPAN, MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA, dan MENDAPATKAN CINTA yang memang terbaik.








